Senin, 04 Maret 2013

Hanyalah Fatamorgana

Fatamorgana.
Hanya kata-kata itu yang mewakili segala perasaanku saat ini. Setelah 2tahun berusaha mendekat, menjauhi, jatuh dan bangun sia-sia begitu saja. Mungkin aku yang bodoh tak  bisa menempatkan dimana seharusnya aku berhenti dan memberikan "ongkos" pada sebuah bis yang aku tumpangi, atau mungkin aku sebuah halte? Halte yang hanya dimanfaatkan para penumpang dan sekedar penjual minuman dan makanan ringan pada siang hari, selebihnya mereka berada dirumah dengan nyaman. Lalu bagaimana dengan aku yang menjadi sebuah halte? iya, berdiri, diam, terpaku dan membiarkan waktu merobohkan ku. Lantas siapa waktu yang merobohkan ku? Kamu. 
Berkedok sahabat.
Sebut saja namanya Sahabat. Tapi dia bukan sahabat yang sebenarnya. Datang saat membutuhkan dan pergi saat kita membutuhkan dia. Siapa yang pernah membelikan mu pulsa? Membuatkan mu puding? Menemanimu membelikan mantanmu coklat? Membagi cerita saat galau? Membelikan mu kue? Makanan? Meminjami mu trekpen? Lalu apa balasanmu? Berbohong padaku dan meminjamkan trekpen milik temanku yang ku pinjamkan untukmu. Buat apa semua itu? Itukah sahabat bagimu? Busuk! Kau bukan sahabat buat ku.
Aku terlalu bodoh bertahan pada situasi ini 2tahun lamanya. Sekarang tak akan ada lagi tunggu dan menunggu, halte itu telah roboh. Aku tak kan membangun sebuah halte lagi untukmu, tidak akan pernah. Tapi aku berharap dapat menjadi bis, agar aku bisa kesana kemari dan kelak akan mendapatkan halte yang nyaman dan sebenarnya.
Kali ini aku berpikir akan mengganti nama blogku yang aku dedikasikan untuknu, f.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar